Kamis, 06 September 2012

Pemeriksaan Angka Kuman


Laporan Hasil Praktikum Mikrobiologi VI
Pemeriksaan Angka Kuman

         A. Hari, Tanggal                 : Rabu, 21 januari
         B. Acara Praktikum           : Penetapan Angka Kuman
         C. Tujuan Praktikum         : Mengetahui cara penentuan angka
                                                         Kuman pada sampel alat makan
         D. Dasar Teori                     :
            Penentuan angka kuman dapat dibedakan ; jumlah kuman yang mati ditambah yang hidup (total count), jumlah  kuman yang hidup saja (viable count).
Jumlah kuman yang hidup yang berada di dalam sampel, dapat dihitung antara lain dengan metode penaburan (plating), yaitu dengan menaburkan sejumlah sample yang mengandung kuman salam medium.
            Karena pada umumnya bakteri memperbanyak diri dengan membelah, maka jumlah bakteri ini dapat dikeahui dengan menghitung jumlah koloni yang terjadi apabila sejumlah sampel yang mengandung bakteri kita taburkan ke dalam media.
            Dengan cara ini sebenarnya yang terhitung bukan semua bakteri yang hidup yang terdapat di dalam sample tetapi hanya kuman-kuman yang tumbuh pada media yang dapat dibuat di laboratorium saja. Untunglah bahwa kuman-kuman yang sukar tumbuh pada media yang dibuat di laboratorium tidak mempunyai arti penting ditinjau dari segi kesehatan.
            E. Bahan dan Alat :
                           Bahan :                                             Alat :
                          1. Sampel                                          1. Petri Steril
                          2. Pengencer Steril                            2. Rak kayu
                          3. PCA                                              3. Tabung Reaksi
                          4. PBS                                               4. Jarum Ose
22
 
                                                                                    5. Lampu Spritus
                                                                                    6. Pipet Steril
                                                                                    7. Plastik Transparan
                                                                                    8. Lidi kapas

              F. Cara Kerja :
1.      Petri steril dibalik dan pada bagian belakang dari tiap petri diberi kertas label
2.      piring diberi plastik transparan yang sudah disterilkan terlebih dahulu pada bagian tengah, kemudian usap bagian tengah yang telah dibatasi oleh plastik transparan tersebut dengan menggunakan lidi kapas
3.      usapan pertama dengan menggunakan lidi kapas yang sebelumnya telah dicelupkan ke dalam PBS, kemudian usapan kedua dengan menggunakan lidi kapas yang masih kering
4.      setelah digunakan untuk mengusap, kemudian kedua lisi kapas tersebut dimasukkan ke dalam PBS pada tabung reaksi dan ditutup dengan kapas agar tidak terkontaminasi (inilah yang akan menjadi sampel)
5.      sample dikocok agar homogen, kemudian dibuat seri pengenceran dari 10-1, 10-2 dan 10-3
6.      masing-masingh pengencer diambil 1 ml kemudian dimasukkan dalam Petri steril yang sudah disiapkan
7.      dibuat control dengan cara diambil 1 ml pengencer kemudian dimasukkan ke dalam petridish steril
8.      masing-masing Petri dituangi media PCA yang telah dicairkan kurang lebih 12-15 ml tuiap Petri
9.      Petri digoyang-gyangkan pada tempat yang rata agar koloni dapat tumbuh secara merata
10.  setelah membeku diinkubasi pada incubator pada suhu 370C selama 2 x 24 jam
11.  hitung koloni yang tumbuh dengan koloni counter 
12.  catat hasil dan hitung dengan rumus:
            (K1 – K)10-1 + (K2 – K)10-2  + (K3 – K)10-3   
                                                            3         
     
G.  Hasil :
           
                        (K1 – K)10-1 + (K2 – K)10-2 + (K3 – K)10-3
                                                            3
                        (105 – 33)10-1 + (75 – 33)10-2 + (44 – 33)10-3
                                                            3
                                    (72)10-1 + (42)10-2 + (11)10-3
                                                            3
                                                2,54
H. Pembahasan         :
·         Pertumbuhan koloni bakteri pada pengencer yang tinggi diperoleh angka kuman yang tinggi, jadi semakin rendah tingkat pengencerannya maka akan diperoleh nilai angka kuman yang semakin rendah pula.
·         Dan perhitungan pada kontrol yang seharusnya tidak terdapat kuman, karena dalam kontrol hanya terdapat pengencer steril yang tidak ditumbuhi atau ditaburi koloni bakteri. Ternyata masih terdapat angka kuman yang bisa dibilang banyak. Hal ini terjadi, kemungkinan besar karena adanya kontaminasi pada saat pemeriksaan dan perlakuan.

I.   Kesimpulan          :
·         Pada pemeriksaan angka kuman pada sample alat makan (piring) diperoleh angka kuman pada pengencer 10-1 sebanyak 105, pada pengencer 10-2 sebanyak 75 dan pada pengencer 10-3 sebanyak 44.
·         Sedangkan pada kontrol diperoleh angka kuman sebanyak 33.
·         Hasil akhir dari pemeriksaan angka kuman dihitung dengan menggunakan rumus yang ada, yakni sebanyak 2,554 koloni bakteri yang terdapat dalam sample alat makan (piring).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar